Showing posts with label Arkeology. Show all posts
Showing posts with label Arkeology. Show all posts

MISTERI PENEMUAN MANUSIA PRASEJARAH DI SITUS GUA HARIMAU

Misteri Penemuan Manusia Prasejarah Di Situs Gua Harimau


Misteri, Penemuan, Manusia, Prasejarah, Di, Situs, Gua, Harimau

- Situs Gua Harimau yang terletak di Desa Padang Bindu, Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berhasil mengangkat puluhan kerangka Homo Sapiens.

Sejak Ekskavasi pertama tahun 2009 sampai dengan tahun 2014 ini, Tim Peneliti Gua Harimau berhasil mengekskavasi sebanyak 78 kerangka Homo Sapiens.

Adhi Agus Oktaviana, Ketua tim peneliti Gua Harimau dari Pusat Arkeologi Nasional mengatakan "setelah tujuh tahun melakukan penelitian di Gua Harimau baru sekitar 60% kerangka yang sudah di ekskavasi.

9 PENEMUAN ARKEOLOGI YANG TERBUKTI PALSU

9 Penemuan Arkeologi Yang Terbukti Palsu


- Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari sejarah kebudayaan (manusia, hewan dan tumbuhan serta alam) pada masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. 

Sajian sistematis ini meliputi penemuan, dekomentasi, analisis dan interpretasi data berupa artefak dan ekofak. Teknik penelitian yang khas adalah dalam bentuk penggalian (eksavasi) arkeologis dan survei.

Banyaknya penemuan-penemuan arkeologi membuat kita takjub akan kehebatan seni dan budaya akan  karya-karya nenek moyang pada masa lampau.

Dari sekian penemuan-penemuan yang sangat menakjubkan, dibawah ini kami juga menampilkan penemuan-penemuan arkeologi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan keasliannya alias palsu

8 PENEMUAN ARKEOLOGI YANG PALING MENGERIKAN

8 Penemuan Arkeologi Yang Paling Mengerikan



- Dalam dunia arkeologi fragmen tulang atau tengkorak selalu menghantui orang yang telah meninggal. Tetapi beberapa penemuan melukiskan gambar-gambar yang sangat mengerikan tentang kehidupan masa lalu dan kematian. Pada artikel ini sesuai ulasan dari ScienceLive yang  telah mengumpulkan daftar dari Delapan Penemuan Arkeologi Yang Paling Mengerikan yang membuat bulu kuduk kita merinding melihatnya.


1. Neanderthal Kanibal

8, Penemuan, Arkeologi, Yang, Paling, Mengerikan

Pada tahun 2010, para peneliti telah melaporkan penemuan kerangka dari keluarga Neanderthal pada sebuah gua di Spanyol. Yang membuat penemuan ini mengerikan adalah tulang-tulang tersebut menunjukan tanda-tanda kanibalisme.

PENEMUAN SEJUTA MUMI DI PEMAKAMAN KUNO MESIR

Penemuan Sejuta Mumi Di  Pemakaman Kuno Mesir


Penemuan, Sejuta, Mumi, Di,  Pemakaman, Kuno, Mesir
Gambar ini adalah seorang anak berusia 18 bulan, yang dibungkus tunik dan dikubur dengan 2 buah kalung dan gelang pada setiap lengannya. Perhiasan ini membuat Tim Arkeolog berpikir bahwa mumi ini adalah seorang wanita, tetapi mereka juga tidak dapat memastikannya dengan pasti. 

- Tim arkeologi dari Universitas Brigham Young di Provo, Utah berhasil menemukan sebuah kuburan  Kuno yang berisi sejuta mummy di Mesir yang diperkirakan berasal dari 1.500 tahun yang lalu ketika kekaisaran Romawi menguasai Mesir. 

Pemakaman  yang juga di sebut Homo el-Gamous yang berarti "Jalan Water Buffalo" judul yang berasal  dari nama jalan di dekatnya. Tim ini juga telah menggali Piramida yang ada di dekatnya selama 30 tahun lebih. Banyaknya mumi di tempat ini ketika Romawi atau Kekaisaran Bizantium memerintah mesir dari abad ke-1 sampai abad ke-7 masehi 

Dalam sebuah makalah yang dipresentasikan buat masyarakat untuk study Antiquities Mesir Scholars Kolokium yang dibuat oleh Direktur Project Kerry Mulestein, seorang profesor di Departemen Alkitab Kuno Brigham Young University mengatakan,"Kami cukup yakin, kami memiliki lebih dari satu juta mumi dalam sebuah pemakaman kuno yang sangat besar".

"Pemakaman kuno ini bukanlah pemakaman untuk golongan bangsawan atau raja. Tapi pemakaman kuno di tempat ini adalah untuk orang-orang biasa yang diletakan begitu saja tanpa adanya peti mati," kata para peneliti.

Meskipun para mumi ini adalah dari orang kebanyakan, para peneliti menemukan beberapa artefak yang sangat indah seperti, kain, kaca dan kaos kaki bayi yang berwarna-warni yang dirancang khusus buat anak-anak.

Pada pemakaman anak-anak bangsawan, anak mumi dikubur dengan di bungkus kain turik dengan dua buah gelang pada setiap lengannya. 

"Ada beberapa bukti bahwa mereka melakukan proses pemakaman mumi seperti jari-jari kaki, kuku kaki serta otak dan lidah mereka diawetkan dengan cara yang luar biasa". kata para peneliti lagi di Akun Facebook Project mereka.

Para peneliti memperkirakan bayi berusia 18 bulan ketika dia meninggal,"dia dimakamkan dengan sangat hati-hati, sebagai seseorang yang jelas sangat mencintainya mengurus semua proses pemakaman", tulis para peneliti ini.

Penemuan Sejuta Mumi di Pemakaman Kuno Mesir ini adalah masih merupakan sebuah misteri. Dan salah satu yang tim peneliti belum dapat terpecahkan adalah tempat ini berada dekat sebuah desa yang sangat kecil, dari mana orang-orang sebanyak ini di makamakan di tempat sebesar ini?

Tidak jauh dari tempat ini juga terdapat pemakam kuno di kota kuno Philadelphia yang di pimpin oleh Raja Ptolemy II Philadelphus, tetapi kota kuno tersebut mempunyai tempat pemakaman sendiri?

Sumber: Discovery.com

 

PENEMUAN VIHARA DI SITUS BUKIT SIGUNTANG DI PALEMBANG

Penemuan Vihara Di Situs Bukit Siguntang Di Palembang


Penemuan, Vihara, Di, Situs, Bukit, Siguntang, Di, Palembang

Bukit Siguntang adalah sebuah bukit kecil setinggi 30 meter dari permukaan laut yang terletak sekitar 3 Km dari tepian utara sungai Musi dan masuk pada wilayah kota Palembang, Sumatera Selatan.

Dilingkungan sekitar bukit tersebut telah ditemukan beberapa temuan purbakala yang di kaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang berjaya sekitar abad ke-6 sampai dengan abad ke-12 Masehi.

Penelitian Di Situs Bukit Siguntang berawal dari penemuan tonjolan berbentuk bangunan oleh pekerja yang sedang menggali untuk pondasi kamar mandi di Taman Purbakala Bukit Siguntang. Penemuan itu di laporkan oleh pihak proyek ke Balai Arkeologi Palembang

Sementara itu Tim Arkeologi Palembang berhasil menemukan susunan struktur batu bata kuno pada penggalian di area Situs Bukit Siguntang, Palembang. Di pastikan struktur susunan batu bata kuno tersebut merupakan bangunan vihara pada masa kerajaan Sriwijaya.
 
"Sudah pasti susunan batu bata kuno yang kita temukan ini adalah bangunan vihara, tetapi belum dapat dipastikan berapa usianya. Dilihat dari bentuk bangunannya, vihara ini berasal dari Kerajaan Sriwijaya yang dimulai dari abad ke-7 sampai abad ke-12 M", ujar Retno Purwanti, Arkeolog dari Balai Arkeologi Palembang.

Dikatakan Retno, "bangunan vihara yang ditemukan dengan bentuk susunan batu bata kuno, merupakan altar tempat biksu-biksu sembahyang".  

Selain susunan batu bata kuno, di tempat tersebut juga ditemukan serpihan keramik yang diperkirakan peninggalan dari Dinasti Sung dari abad ke-10 yang masanya sama dengan masa kerajaan Sriwijaya.

"Mungkin saja bangunan candinya tidak jauh dari tempat di temukannya vihara ini, sehingga perlu adanya penelitian lanjutan untuk menguatkan hal ini. 


Sumber:
Palembang tribun.com    
Wikipedia

MISTERI PENEMUAN MUMMY BERUSIA 2.500 TAHUN TERUNGKAP

Misteri Penemuan Mummy Berusia 2.500 Tahun Terungkap


Misteri, Penemuan, Mummy, Berusia, 2.500, Tahun, Terungkap

- Para ilmuwan di Chicago telah berhasil membuka sarkofagus Mesir Kuno untuk mengungkap jari kaki yang menghitam selama hampir 2.500 tahun.

Mummy yang ditemukan di tempat pemakaman Arkmim, di sisi timur sungai Nil di Mesir itu di hias dengan sarkofagus bercat emas yang di ambil alih oleh Museum Chicago pada tahun 1925.

"Dari CT Scan yang di ambil pada tahun 2011 lalu, dapat di simpulkan bahwa Mummy tersebut adalah anak laki-laki berusia sekitar 14 tahun dan dalam kondisi fisik yang baik", ujar Kepala Museum Chicago JP Brown kepada Discovery News.

Misteri, Penemuan, Mummy, Berusia, 2.500, Tahun, Terungkap

Menurut tulisan yang tertera pada peti mummy dijelaskan bahwa mummyy tersebut bernama Minirdis, anak dari Inaros, Imam Stolist keturunan Min, Dewa Kesuburan Mesir.

Arkmim yang terletak sekitar 300 Km sebelah selatan dari Cairo, di dekat Sungai Nil adalah salah satu kota terbesar pada zaman Mesir Kuno dan merupakan pusat ibadah Min. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat kelahiran Yuya, kakek dari Raja Tutankhamun.

Sebagai Imam Stolist, Ayah Minirdis adalah seorang yang kuat dan bertanggung jawab untuk segala ritual pencucian patung dewa.

Dengan menggunakan peralatan khusus untuk membuka peti mummy yang bertujuan untuk memulihkan dan menstabilkan mummy sebelum mummy tersebut di pamerkan.

Penguburan mummy dan jari-jari menghitam adalah satu-satunya yang terlihat pada mummy selebihnya tubuh mummy remaja ini dibungkus dengan kain yang diberi balsem yang sudah menguning.

Hal yang paling rumit dalam penelitian adalah "garis pada kain kafan yang sudah sangat rapuh". ujar Brown. Dalam penelitian tersebut para ahli juga menemukan gambar yang tidak diketahui sebelumnya dari Dewi Nut dibagian bawah dari  peti tersebut. 

Untuk selanjunya Brown dan para koleganya akan menyelidiki unsur-unsur yang melilit mummy seperti Topeng CARTONNAGE dan shroud they untuk menyambung kembali kaki Minirdis yang terpisah.

"Kami akan berusaha menutup jari-jari kakinya dengan kain kafan yang sudah sangat rapuh dan itu adalah tugas yang sangat sulit", Ujar Brown. 

Sumber: discovery.com 

PENEMUAN KAPAK KUNO DARI ZAMAN BATU DI TEROWONGAN BAWAH LAUT

Penemuan Kapak Kuno Dari Zaman Batu Di Terowongan Bawah Laut

Penemuan, Kapak, Kuno, Dari, Zaman, Batu, Di, Terowongan, Bawah, Laut

Kapak berdiri vertikal kedalam tanah


Saat mengadakan survey arkeologi untuk pembangunan jalan (link Femern Belt) sebuah terowongan bawah laut yang menghubungkan Pulau Fehman, Jerman dengan Pulau Lolland, Denmark, Tim Survey secara tidak sengaja menemukan Kapak Kuno peninggalan zaman batu yang di perkirakan berusia 5.000 tahun.

Kapak ini ditemukan dalam posisi berdiri vertikal di dasar laut dengan kedalam 12 inci dari dasar bersama dengan artefak lainnya seperti dayung, 2 busur dan sekitar 14 poros kapak.

"Kapak adalah temuan yang khas dari Zaman Batu. Tapi dalam bentuk Hafted (melekat pada pegangan) mereka sangat langka", kata Anne-Lotte Sjørup Mathiesen dari Museum Lolland-Falster.

Penemuan kapak yang tertimbun di dasar laut dengan kedalaman 12 inci itu menjadikan kapak nampak awet dan dalam kondisi baik.  Kapak ini merupakan penemuan kapak tertua di dunia dari Zaman Batu.   

Kapak yang berdiri vertikal ketika ditemukan menandakan bahwa kapak tersebut digunakan untuk kebutuhan ritual pada zamannya. Dan menunjukan bahwa daerah ini merupakan pinggiran pantai sebagai tempat pengorbanan ujar Sjørup Mathiesen.

Penggalian pada Situs ini sedang berlangsung, Tim Arkeolog dari Museum Lolland-Falster berharap untuk menemukan lebih banyak lagi artefak lainnya dan petunjuk baru tentag tata cara ritual Zaman Batu yang terjadi di daerah ini. 

Sumber: discovery.com
  

PENEMUAN TAMBANG EMAS ROMAWI KUNO DI SPANYOL

Penemuan Tambang Emas Romawi Kuno Di Spanyol


Penemuan, Tambang, Emas, Romawi, Kuno, Di, Spanyol

Para peneliti di Spanyol telah berhasil menemukan Tambang Emas Romawi Kuno di Propinsi Leon, barat laut Spanyol. Menurut ScienceDaily para peneliti menggunakan teknologi laser udara yang disebut Light Detection and Ranging (LIDAR) untuk menemukan komplek tambang yang dibangun pada 2.000 tahun yang lalu.

Lidar bekerja menggunakan gelombang sinar laser untuk mengukur jarak di  bumi, seperti  digunakan dalam banyak aplikasi termasuk pemetaan garis pantai dan survei hidrografi.

Menurut laporan ScienceDaily bahwa komplek pertambangan emas di lembah Sungai Eria termasuk karya hidrolik tercanggih yang dapat mengalirkan air sungai ke komplek tambang. La Medulas yang termasuk wilayah Leon dianggap sebagai tambang terbesar pada kekaisaran Romawi tetapi para peneliti menemukan tambang yang lebih luas lagi sepanjang beberapa mil lagi ke selatan timur dari lembah Eria.

"Isi bumi telah banyak dimanfaatkan sangat banyak daripada yang kita perkirakan sebelumnya dan hasil-hasil yang telah dilakukanya sangat mengesankan. Mereka telah menmanfaatkan sungai sehingga lembah ini menjadi sangat penting buat penambangan Romawi di utara sampai ke timur sepanjang Semenanjung Liberia,"kata Javier Fernadez Luzano, ahli geologi di University of Salamanca dan co-penulis study tentang tambang yang di publikasikan dalam Journal of Archeological Science.

Fernandez Luzano juga menjelaskan peran penting teknologi LIDAR dalam menemukan tambang ini. Tidak seperti foto udara tradisional, Sistem deteksi laser udara ini memungkinkan visualisasi peninggalan arkeologi walaupun tertutup oleh tanah.

LIDAR adalah alat yang sangat berguna bagi arkeologi. Seperti juga peneliti sebelumnya yang berhasil menemukan candi yang hilang, jalan dan sistem hidrolik di Situs Kuno Angkor Wat Di Kamboja.

Pengembangan Teknologi LIDAR oleh NASA sejak tahun enampuluhan berencana untuk mememetakan hutan yang ada di bumi dengan sistem 3D. Teknologi ini digunakan dalam instrumen laser yang baru yang disebut Global Ekosistemnya Dinamika Investigasi (GEDI). yang telah di kembangkan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional.  

Sumber: foxnews.com            

PENEMUAN FOSIL NAGA LAUT BERUSIA 247 JUTA TAHUN DI CHINA

Penemuan Fosil Naga Laut Berusia 247 Juta Tahun Di China


Penemuan, Fosil, Naga, Laut, Berusia, 247, Juta, Tahun, Di, China

Nothosaurus Zhangi


Fosil yang bernama Nothosaurus ini di temukan di China tahun 2008. Dengan ukuran panjang 22 kaki dan memiliki gigi taring, Dengan penemuan ini menunjukkan bahwa hewan purba yang selamat dari kepunahan besar dapat berevolusi.


Penemuan, Fosil, Naga, Laut, Berusia, 247, Juta, Tahun, Di, China

ilustrasi Naga Laut Raksasa berusia 250 juta tahun


Fosil Naga Laut Raksasa berusia 247 juta tahun in bisa menjadikan bukti bahwa spesies ini dapat bertahan dari kepunahan besar saat itu.

Mahluk yang sangat besar ini telah menjelajahi laut china sejak 250 juta tahun yang lalu dan merupakan peristiwa kepunahan terburuk yang dapat membunuh 96% spesies sepanjang masa.

Dan sekarang, semua kehidupan yang ada di bumi adalah keturunan dari sisa empat persen dari spesies yang selamat.   

Tidak diketahui penyebab kepunahan mahluk hidup ini, menurut para ahli mungkin dikarenakan letusan gunung apai yang maha dasyat.

Mahluk yang meruapakan bagian dari Sauropterygia ini, merupakan sekelompok reptil air pada periode Triassic (250 juta tahun - 50 juta tahun yang lalu) yang berevolusi dari nenek moyang mereka yang pernah hidup pada periode Permian sekitar 299 juta tahun yang lalu.

Penemuan, Fosil, Naga, Laut, Berusia, 247, Juta, Tahun, Di, China

Salah satu dari 22.000 yang di temukan selama proyek penelitian di China
  
Penemuan, Fosil, Naga, Laut, Berusia, 247, Juta, Tahun, Di, China

Di antara penemuan sejumlah spesies laut, termasuk kerang yang masih hidup selama periode Trias yang di mulai dari 250 juta tahun yang lalu.

Sebagian spesies di era Permian telah punah, dengan beberapa spesies yang masih hidup dalam daerah-daerah tertentu. 

Juni Lau mengatakan pada CBS " Ukurannya yang sangat besar merupakan ciri dari spesies ini". Mereka akan makan apa saja yang mereka bisa tangkap termasuk ikan besar dan reptil laut lainnya pada saat itu", ujar Lau lebih lanjut.

Fosil ini adalah termasuk dari 20 ribuan fosil lainnya yang ditemukan di sebuah gunung di China. Termasuk kerang dan spesies prasejarah lainnya yang mengungkapkan kehidupan setelah kepunahan besar di seluruh dunia.

Penemuan, Fosil, Naga, Laut, Berusia, 247, Juta, Tahun, Di, China
Mahluk berparuh yang juga diketemukan di situs ini

Penelitian mengungkapkan pada bulan Oktober menyarankan ada bukti dari kepunahan laut besar di Kutub Utara hanya delapan juta tahun sebelum kepunahan besar..

Sebuah peristiwa kepunahan sekitar waktu ini telah menjadi subyek penelitian sebelumnya, tapi ini adalah yang pertama untuk mendokumentasikan acara diketempat yang lebih tinggi.

"Salah satu prasyarat untuk" kepunahan massal "adalah bahwa hal itu harus menjadi acara global, 'Profesor David Bond dari Universitas Hull mengatakan MailOnline.

Menurut buku-buku sejarah, lima kepunahan massal telah menghancurkan planet sejak terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu.
5 Pemusnahan Massal yang pernah terjadi di bumi.
 1. Ordovician-Silurian kepunahan massal - 443.400.000 tahun lalu

Ini adalah kepunahan terbesar ketiga dalam sejarah Bumi, dan memiliki dua puncak kepunahan dipisahkan oleh ratusan ribu tahun. Sekitar 26 persen dari semua keluarga laut dihancurkan dan 60 persen dari semua spesies - diperkirakan 82-88 persen dari semua spesies.

2. Devon Akhir kepunahan massal - 375-359000000 tahun yang lalu

Tiga perempat dari semua spesies di Bumi mati di Akhir kepunahan massal Devonian, meskipun mungkin serangkaian kepunahan selama beberapa juta tahun. Sekitar 22 persen dari semua keluarga laut, dan 57 persen dari semua generasi yang dimusnahkan - diperkirakan 79-87 persen dari semua spesies.

Penemuan, Fosil, Naga, Laut, Berusia, 247, Juta, Tahun, Di, China


3. Permian kepunahan massal - 252 juta tahun yang lalu

Kepunahan massal Permian telah dijuluki The Great Dying, sejak 96 persen yang luar biasa dari spesies punah. Semua kehidupan di Bumi saat ini adalah keturunan dari 4 persen dari spesies yang selamat.

4. Trias-Jura kepunahan massal - 201 juta tahun yang lalu

Ada dua atau tiga fase kepunahan yang membentuk peristiwa kepunahan massal Trias-Jurassic. 22 persen dari semua keluarga laut dan 53 persen dari semua genus - diperkirakan 76-84 persen dari semua spesies.

5. Cretaceous-Tertiary kepunahan massal - 66 juta tahun yang lalu

Cretaceous-Tertiary kepunahan massal adalah acara yang memusnahkan dinosaurus. Namun, banyak organisme lain tewas termasuk 16 persen dari semua keluarga laut dan 47 persen dari semua genus - diperkirakan 71-81 persen dari semua spesies.


Sumber: dailymail.co.uk

PENEMUAN CANDI TERTUA DI INONESIA DARI ABAD KE-2 MASEHI

Penemuan Candi Tertua Di Indonesia Dari Abad Ke-2 Masehi


Penemuan, Candi, Tertua, Di, Indonesia

Candi dengan luas 5 Kilometer persegi yang terletak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat ini pertama kali di temukan oleh Tim Peneliti Arkeologi Universitas Indonesia pada tahun 1984 berdasarkan laporan adanya penemuan benda-benda purbakala di sekitar gundukan-gundukan tanah di tengah-tengah sawah.

Tidak hanya itu, keberadaan candi yang berjarak 1 Km dari  Sungai Citarum ini seakan memberikan bukti Indonesia di lahirkan lewat rahim orang-orang yang berbekal berteknologi tinggi.

Kompek penemuan ini memiliki 30 situs candi dan tempat pemujaan. Beberapa candi besar yang sudah di eksvakasi adalah Candi Jiwa yang berbentuk bujur sangkar berukuran 19 X 19 meter serta Candi Blandongan yang berukuran 25,33 X 25,33 meter.   

Dari segi kualitas Candi Blandongan tidaklah utuh secara umum sebagaimana layaknya bangunan candi. Bangunan-bangunan candi ini hanya di temukan pada dasar bangunan atau bagian kaki. Candi-candi yang sebagian besar masih berada di dalam tanah ini berbentuk gundukan bukit atau berbentuk unur (bahasa sunda) ternyata candi-candi disini tidak mempunyai ukuran dan tinggi yang sama.

Candi yang di temukan di situs ini seperti Candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Sedangkan pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Budha. Pada candi ini tidak di temukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Budha di atas Bunga Teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah di temukan di Indonesia. 

Bangunan candi ini tidak terbuat dari batu seperti pada candi-candi lainnya di Indonesia tetapi dari lempengan-lempengan batu bata yang dipanaskan hingga suhu 700 derajad celcius.

Teknologi lainnya adalah stuko atau plester berwarna putih berbahan dasar kapur yang di ambil dari Pegunungan Kapur di Karawang Selatan. Perbukitan itu masuk dalam formasi Parigi yang termasuk Batu Gamping klasik dan Batu Gamping Terumbu yang melintang dari arah barat ke timur dengan panjang 20 Km.

Bahan pembuatan dan kegunaannya pun disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Untuk melapisi tembok, arsitek mencampur kapur dan kulit kerang. Hal ini terkait keberadaan candi yang berada di tepi pantai. Kerang dianggap sebagai bahan kuat penahan abrasi air laut. Stuko juga digunakan untuk membuat ornamen, relief, dan arca. Untuk ini, biasanya pekerja membakar kapur dengan suhu 900-1.000 derajat celsius. Sedangkan untuk memperoleh fondasi yang kuat, kapur dicampur dengan pasir, dan kerikil.

Menurut keterangan penduduk setempat kata jiwa berasal dari sifat unur (gundukan tanah yang mengandung candi) yang di anggap mempunyai "jiwa" karena beberapa kali seekor kambing yang di ikat diatasnya akan mati. Sehingga tidak ada hubungannya dengan Dewa Syiwa.

Berdasarkan Analisis Radiometri Karbon 14 pada artefak-artefak peninggalan di Candi Blandongan ini diketahui bahwa kronologi paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12. Lebih tua dari Candi Borobudur yang berasal dari abad ke-8 Masehi.

Berdasarkan absolut penanggalan diatas, pertanggalan relatif berdasarkan bentuk Paleografi tulisan beberapa Prasasti yang ditemukan di situs ini. Dengan cara Analogi dan Tipologi temeuan-temuan arkeologi lainnya seperti Gerabah, Keramik Cina, Votive Tablet, Lepa (pleister), hiasan dan arca-arca stucco dan bangunan bata sangat banyak membantu.

Akan tetapi menurut Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung mengatakan belum semua keunggulan Komplek Batujaya bisa di ungkapkan ke permukaan, Dari 30 yang sudah di Eksvakasi sebanyak 8 situs belum di eksplorasi lebih lanjut. Bahkan dari 22 situs yang sudah tergali informasi lengkapnya belum di ketahui.

Oleh karena itu untuk kedepannya minat untuk menggali lebih dalam tentang pesona Batujaya bisa datang lebih banyak dari berbagai pihak. Salah satu yang sangat digali adalah kemungkinan adanya kanal yang mengelilingi layaknya bangunan kuno suci. Bila benar, maka akan semakin nyata bukti bahwa air, sungai dan laut adalah identitas utama masyarakat Batujaya.


Sumber: wikipedia      

PENEMUAN PATUNG BATU KAPUR VENUS BERUSIA 23.000 DI PERANCIS

Penemuan Patung Batu Kapur Venus Berusia 23.000 Tahun Di Perancis


Penemuan, Patung, Batu, Kapur, Venus, Berusia, 23.000, Tahun, Di, Perancis

Sebuah patung batu kapur berbentuk seorang wanita cantik ditemukan di sebelah utara Perancis oleh Tim Arkeologi Perancis.

Patung luar biasa ini yang telah berusia 23.000 tahun tersebut di temukan saat Tim Arkeolog secara tidak sengaja  menggali sisa-sisa klasik seperti batu tooled atau tulang," kata arkeolog Clement Paris.

Penemuan yang sangat luar biasa dan signitifikan secara internasional, "kata Nicole Phoyu-Yedid, Kepala urusan budaya di daerah tersebut, sambil menunjukan patung tersebut kepada Media.

Saat Kami sedang mencari sisa-sisa peninggalan batu tooled dan tulang, pada hari keduanya kami menemukan Batu Kapur yang berbentuk Patung yang nampak tidak biasa. Kemudian pada malam harinya stelah kami teliti lebih lanjut ternyata fragmen itu adalah sebuah patung wanita. Setelah kami uji dengan Carbon-14 pada elemen patung yang ditemukan di situs tersebut menunjukan bahwa Patung tersebut telah berusia 23.000 tahun.

Patung dengan tinggi 12 Cm (4,7 inci) itu menunjukan seorang wanita dengan payudara dan bokong yang besar. 

Fakta bahwa patung tersebut tidak benar-benar realitis menunjukan bahwa tujuannya adalah untuk membuat patung simbolis dari wanita terkait dengan fekunditas", kata Paris.

Sekitar 100 patung telah banyak di temukan di Eropa, terutama di Rusia dan Eropa Tengah. Termasuk 15 diantaranya di temukan  di Perancis bagian barat daya.

sumber: phys.org
  

   

  
 

 

  

 

PENEMUAN PRASASTI EBLA TERTULIS NAMA PARA NABI

Penemuan Prasasti Ebla Tertulis Nama Para Nabi

Penemuan, Prasasti, Ebla, Tertulis, Nama, Para, Nabi
Prasasti Ebla

- NAMA PARA NABI TERTULIS DALAM PRASASTI EBLA, 1500 TAHUN LEBIH TUA DARIPADA TAURAT

Berasal dari masa sekitar 2500 SM, prasasti Ebla memberikan keterangan teramat penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu telah menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah terdapatnya nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.

Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur’an.

Penemuan, Prasasti, Ebla, Tertulis, Nama, Para, Nabi
Lokasi Prasasti Ebla
Sekitar 2500 SM, Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut.

Kerajaan Ebla merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya. Penduduk Ebla memiliki sebuah peradaban yang membangun lembaga-lembaga arsip negara, mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut sebagai Eblaite.

Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu

Peran penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 1975, mengemukan dengan ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir.

Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan agamawan. Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il).

Pentingnya Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti Ebla

Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu. Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat, sangatlah mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya telah ada sebelum Taurat.

Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. David Noel Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti tersebut.

Nama-Nama Lain di dalam Prasasti

Sebagaimana disebutkan di atas, nama-nama yang ada di dalam prasasti adalah nabi-nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh lebih tua daripada Taurat. Selain nama-nama ini terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil. Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan.

Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama. Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur’an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti Ebla.

Sisi paling penting untuk dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa selain dari naskah-naskah yang disampaikan oleh para nabi, nama-nama tersebut belum pernah muncul di dalam naskah mana pun sebelumnya. Ini adalah bukti tertulis penting yang menunjukkan bahwa para nabi yang medakwahkan risalah satu agama yang benar di masa itu telah mencapai wilayah-wilayah tersebut. Dalam sebuah tulisan di majalah Reader’s Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa.

Janji Allah Adalah Benar…

Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang benar.

Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka sehingga mereka berada di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang risalah para nabi dan lebih memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan ini dalam Al Qur’an:

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl, 16: 36)

Daftar pustaka:

1) “Ebla”, Funk & Wagnalls New Encyclopaedia, © 1995 Funk & Wagnalls Corporation, Infopedia 2.0, SoftKey Multimedia Inc.
2) Howard La Fay, “Ebla: Splendour of an Unknown Empire,” National Geographic Magazine, December 1978, h. 736; C. Bermant and M. Weitzman, Ebla: A Revelation in Archaeology, Times Books, 1979, Wiedenfeld and Nicolson, Great Britain, h. 184.
3) Bilim ve Teknik magazine (Science and Technology), No. 118, September 1977 and No. 131 October 1978
4) For detailed information, please see Harun Yahya’s Miracles of the Qur’an.

Sumber: harunyahya.com

MISTERI LUKISAN DI MUSEUM BATU PERU

Misteri Lukisan Di Museum Batu Peru

Misteri, Lukisan, Di, Museum, Batu, Peru

Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000 batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu ini disebut prasasti batu ICA.
Menurut laporan media setempat, batuan-batuan yang terukir gambar yang disimpan di museum tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa, binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori lain.

Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli terkait telah mengadakan tes kimia pada batu tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-batu tersebut berasal dari sungai setempat dan merupakan batu Gunung Andes, permukaannya ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme jutaan tahun silam.

Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”, menurut pengamatan dari gambar batu ukiran tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop, peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.

Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa melihat secara jelas suasana kehidupan manusia bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh, dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu. Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah sejak ratusan juta tahun silam, namun yang membingungkan adalah bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?

Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas punggung Triceratops, tangannya menggengam senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya, tampak seorang manusia tengah menunggang di atas punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.

Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr. Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi, mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.

Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang hingga sekarang masih merupakan misteri yakni daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang ditemukan juga ada gambaran tentang daratan purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke empat batu tersebut memang benar merupakan peta dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat dan akurat.

Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa geological menguasai teknologi medis yang tinggi, misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan pemisahan dan pengambilan benda berbentuk gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti transplantasi.

Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir gambar tentang gen genetika.

Yang lebih unik lagi, sejumlah gambar pada batu ukiran tersebut sama dengan gambar raksasa di dataran Nasca, ribuan bentuk dari potongan batu koral ini karya siapa, dan apa artinya, hingga sekarang masih merupakan misteri, namun, apakah garis atau bentuk batu-batu tersebut ada hubungannya dengan ukiran batu ICA, belum dapat di buktikan. 

Sumber: Forum_indowebster.com

 

MENGUNGKAP PENEMUAN KOTA YANG HILANG BERUSIA 1.200 TAHUN DI KAMBOJA

Mengungkap Penemuan Kota Yang Hilang Berusia 1.200 Tahun Di Kamboja


Mengungkap-Penemuan, Kota, Yang, Hilang, Berusia, 1.200, Tahun, Di, Kamboja

Para arkeolog dengan menggunakan Teknologi Laser Udara Revolusioner telah berhasil menemukan sebuah kota kuno yang hilang pada abad pertengahan disalah satu  gunung di Kamboja. 40 Km sebelah utara dari Angkor Wat di utara barat Kamboja.

Kota Mahendraparvata yang diperkirakan telah hilang selama 1.200 tahun itu  tersembunyi di sebuah hutan yang tidak pernah terjamah oleh siapapun selama berabad-abad lamanya. Kota pertama di Kerajaan Angkor pada tahun 802 Masehi, 350 tahun lebih tua dari Angkor Wat atau seusia dengan Candi Borobudur di Indonesia yang terletak hanya 40 Km dari Kuil Agung Angkor Wat.


Mengungkap, Penemuan, Kota, Yang, Hilang, Berusia, 1.200, Tahun, Di, Kamboja

Dengan bantuan Teknologi LIDAR (light and radar) yang diikatkan pada sebuah helikopter dapat mendata kedalaman tanah, Damien Evans, Direktur Pusat Penelitian Arkeology University of Sydney mengatakan bahwa penemuan kota tua yang hilang itu adalah saat gambaran kota tua tampak di layar komputer yang memuat citra pengamatan Teknologi Lidar.

Dengan instrumen ini para arkeolog berhasil menemukan lima candi, kanal kuno, tanggul   dan jalan yang sebelumnya tidak pernah ada.

Tim arkeologi pun mengadakan penyelidikan ke tempat tersebut menghadapi medan yang cukup sulit dan penuh ranjau. Mereka dipandu oleh mantan tentara Khmer serta menggunakan GPS.

Dengan teknologi Lidar dapat mengungkap gundukan yang tinggi dimana kota tersebut terpendam.  

Phnon Kulen, Gunung tempat kota kuno ini berada telah menjadi tempat ziarah sejak lama, digunakan untuk menjalankan ritual keagamaan dan mandi. Wilayah ini sudah di huni sejak masa Kerajaan Angkor.

Dari kitab-kitab kuno yang ditemukan para tim arkeolog dapat mengungkap Kota Mahendraparvata yang dibangun sebelum  Raja Jayavarman II turun gunung dan membangun kota di dekat wilayah Angkor Wat.

Kita sekarang jadi mengerti tentang data baru kota yang terhubung oleh jalan dan kanal. Selanjutnya tim arkeolog akan meneliti tempat ini secara lebih seksama lagi untuk mengetahui tentang kehidupan manusia pada saat itu dan juga kenapa kota kuno ini di tinggalkan oleh penduduknya. Hal ini juga memungkinkan para arkeolog untuk mempelajari lebih lanjut tentang Evolusi Angkor, Kerajaan politik dan agama besar yang mendominasi sebagian besar Asia Tenggara selama 600 tahun

Penemuan kota yang terpendam ini menunjukan keampuhan teknologi Lidar (Light and Radar) . Teknologi ini dikembangkan tahun 1960. Teknologi  Lidar pertama kali digunakan untuk mengukur awan pada National Center for Atsmospheric Research di Amerika Serikat.

Untuk menemukan kota tua yang hilang ini, Teknologi Lidar menembakan Laser yang di ikatkan pada sebuah Helikopter secara silang menyilang antara Angkor Wat dengan Gunung bagian utara dari Angkor Wat untuk memberikan data yang tersimpan dibawah tanah.

Selama ini Teknologi Lidar banyak di gunakan oleh para arkeolog untuk menemukan situs-situs yang terpendam.        


Sumber:  www.smh.com.au    

PENEMUAN FOSIL GAJAH PURBA DI BLORA

Penemuan Fosil Gajah Purba Di Blora


Penemuan, Fosil, Gajah, Purba, Di, Blora
Penemuan Fosil Gajah Purba Blora di Pamerkan di Museum Geologi Bandung

Tim Vetebrata Badan Geologi Indonesia yang diketuai oleh Iwan Kurniawan berhasil menemukan fosil gajah purba di Blora, Jawa Tengah, Indonesia. "Hal ini merupakan suatu prestasi yang jarang terjadi", ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Peringatan HUT Museum Geologi ke-80 di Bandung.

Tim peneliti yang terdiri dari Fachroel Aziz, Iwan Kurniawan, Dadang dan Gert Dirk Van Den Bergh menemukan fosil gajah purba yang di perkirakan berusia sekitar 800.000 hingga 200.000 tahun tersebut di Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Indonesia. Temuan Tim Vetebrata Museum Geologi Bandung ini merupakan penemuan Fosil Gajah Purba terlengkap selama 100 tahun terakhir dan fosuilnyapun relatif masih utuh. 

Dengan bertambahnya Fosil Gajah Purba Elephas hysudrindicus, yang di temukan di Blora, Jawa Tengah, akhir Maret 2009 lalu menambah tiga fosil sebelumnya yaitu Sinastodon Bumiajuensis berusia sekitar 1,5 juta tahun, Stegodon Trigonocephalus berusia 1,2 juta tahun dan Elephas Maximus, Gajah Asia yang hingga kini spisiesnya masih ada. 

"Badan Geologi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan Pemerintah Propuinsi Jawa Tengah sepakat menyatakan temuan ini sebagai asset nasioanl milik bangsa Indonesia" Ujar Bapak Menteri ESDM.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi R. Sukhyar memaparkan bahwa dari sisi keilmuwan penemuan fosil gajah purba di Blora ini berperan penting dalam memberikan pencerahan terhadap usaha mengungkapkan Missing Link Evolusi Gajah Purba di Asia Tenggara, Perubahan iklim, serta vegetasi pada periode tersebut. Selanjutnya Tim Peneliti akan melanjutkan penelitian untuk melacak jejak migrasi Gajah Purba dan kemungkinan jejak Manusia Purba di Indonesia.  


Sumber: esdm.go.id

    


PENEMUAN PLAZA BUNDAR TERTUA DI DUNIA BERUSIA 5.500 TAHUN

Penemuan Plaza Bundar Tertua Di Dunia Berusia 5.500 Tahun


Penemuan, Plaza, Bundar, Tertua, Di, Dunia, Berusia, 5.500, Tahun

Satu tim ahli kekunoan dari Peru dan Jerman telah berhasil menemukan sebuah Plaza Bundar berusia 5.500 tahun di Peru.  Plaza yang tersebunyi pada di bawah potongan lain arsitektur di reruntuhan yang terkenal dengan Sechin Bajo, di Casma, 370 Km di sebelah selatan Ibukota Lima, Peru.

Ini merupakan suatu penemuan yang sangat mengesankan bagi para tim peneliti. Sehingga para ilmuwan dari Institute Kebudayaan Nasional Peru yang mengawasi proyek tersebut dapat mendesain kembali sejarah negara ini. Sebelum penemuan ini para arkeolog menganggap Benteng Kuno Caral Peru yang berusia 5000 tahun adalah salah satu yang tertua dibelahan bumi bagian barat.

Para ilmuwan mengatakan Benteng Kuno Caral yang terletak di Sechin Bajo, Peru merupakan salah satu dari enam tempat di dunia bersama dengan Mesopotamia, Mesir, China, India dan Mesoamerika tempat manusia memulai kehidupan di kota 5.000 tahun yang lalu.

Penemuan, Plaza, Bundar, Tertua, Di, Dunia, Berusia, 5.500, Tahun

Penentuan tanggal yang di lakukan oleh pakar arkeologi Jerman menyebutkan sekitar 5.500 tahun, tetapi sebagian lainnya dapat lebih tua bergantung pada hal lainnya yang di temukan. Sebelumnya penemuan di Sachin Bajo berusia 3.600 tahun.

Penemuan, Plaza, Bundar, Tertua, Di, Dunia, Berusia, 5.500, Tahun

Penemuan Plaza Bundar ini menunjukan mereka telah sangat maju karena sudah sangat mengerti tentang arsitektur bangunan. Ini dapat secara jelas terlihat dalam kenyataan bahwa material yang mereka gunakan dapat bertahan sangat lama. Peter Fuchs salah seorang arkeolog mengatakan pada surat kabar El Comercia "Tempat ini dibangun dengan bahan batu dan batako".

Penemuan, Plaza, Bundar, Tertua, Di, Dunia, Berusia, 5.500, Tahun

Ratusan tempat arkeologi menutupi Peru, dan banyak puing yang dibangun oleh Kebudayaan Kerajaan Incan yang dulu sangat berkuasa dan mencapai puncaknya pada abad ke-16, Sesaat sebelum penakluk Spanyol datang ke tempat yang sekarang bernama negara Peru.