Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

9 BANGUNAN AJAIB YANG TETAP BERTAHAN SETELAH BENCANA BESAR

9 Bangunan Ajaib Yang Tetap Bertahan Setelah Bencana Besar

- Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang menimbulkan dampak besar bagi populasi manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, bangunan-bangunan. Peristiwa alam bisa berupa banjir, letusan gunung berapi, kebakaran, gempa, tsunami, badai dan lain sebagaimya.

Namun dari sebagian dampak Bencana Alam yang maha dasyat itu masih terdapat bangunan atau tempat-tempat yang masih tetap berdiri kokoh pada tempatnya. Hal demikian bisa saja terjadi karena memang bangunan tersebut berdiri karena kontruksinya yang sangat kuat atau karena kuasa illahi yang Maha Esa yang tetap melindungi bangunan-bangunan tersebut sebagai peringatan kepada ummat manusia bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini bahwa harapan itu tetap ada walaupun sangat kecil.

Berikut ini 9 Bangunan Ajaib Yang Tetap Bertahan Setelah Bencana Besar yang melanda alam disekitarnya. 

1. The Brandenburg Gate

9, Bangunan, ajaib,Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Bangunan ini menjadi sangat terkenal setelah perang dingin sebagai simbol menyedihkan bagi divisi kedua Berlin dan Jerman. Gerbang yang berdiri antara Barat dan Timur dan menjadi bagian dari Tembok Berlin.

The Brandenburg Gate terletak di Pariser Platz, pada ruang terbuka yang sangat luas dan termegah sebelum perang Jerman. 

Gerbang Brandenburg adalah satu-satunya bangunan yang mampu bertahan terhadap pemboman sekutu di ibukota Jerman pada tahun 1945. Meskipun rusak parah bekas lubang peluru dan ledakan bom di sekitarnya. Kepala salah satu kuda dari quardiga asli selamat yang disimpan di Museum Markisches.

Setelah reunifikasi damai Jerman, Gerbang Brandenburg di renovasi pada tahun 2000, dan sekarang menjadi salah satu bangunan yang banyak di kunjungi wisatawan.  

2. The Sanno Shrine

9, Bangunan,ajaib, Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Sanno Shrine yang terletak sekitar 800 meter sebelah tenggara dari pusat ledakan bom atom di Nagasaki, Jepang berupa torii batu berkaki satu yang merupakan tempat pintu masuk sebuah kuil yang tetap bertahan dari ledakan bom atom pada 9 Agustus 1945 walaupun kedudukannya bergeser sekitar 30 derajad.

Seluruh lingkungan di sekitarnya luluh lnatai terkena ledakan, tetapi gerbang ini secara ajaib berhasil menahan ledakan dasyat dan tetap berdiri dengan satu kaki seolah-olah berbicara diam-diam tentang kengerian hari itu pada tahun 1945.

3. Keajaiban Pohon Pinus

9, Bangunan,ajaib, Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Ketika Gempa Tohoku dan Tsunami melanda Jepang pada 11 Maret 2011 seluruh pohon di hutan Iwate Prefecture lenyap. Dari 70.000 jenis pohon yang ada, hanya satu yang tetap berdiri kokoh yang juga di sebut "Keajaiban Pine"

Pohon Pinus ini tetap bertahan hidup selama 18 bulan setelah kejadian gempa Tohoku walaupun pada akhirnya tumbang karena kondisi tanah yang disebabkan oleh tsunami.

Pohon yang telah tumbuh selama 173 tahun itu telah bertahan dari tiga tsunami besar  sebelumnya pada tahun 1896, 1933 dan 2011.

Pohon yang telah dibangun kembali dalam bentuk monumen dilandasi dengan bagasi yang cekung dan diperkuat dengan tulang belakang karbon. Cabang-cabang dan daunnya di replikasi dari plastik. Tiga tahun setelah bencana Miracle Pine sekarang berdiri sebagai Monumen Abadi.

4. The A-Bomb Dome

9, Bangunan, Ajaib,Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Bangunan yang dirancang oleh arsitek Ceko pada tahun 1915 semula digunakan sebagai 
Hiroshima Prefectural Industri Promosi Hall.

Karena letaknya yang hanya 160 meter dari pusat ledakan bom atom membuat bangunan ini hancur sebagian dan masih tetap berdiri. Bangunan yang di juluki "Genbaku" karena  kerangka kubahnya terkena logam di puncaknya. Bangunan ini menjadi kontroversi apakah dihancurkan atau di renovasi ulang untuk melestarikan sebagai peringatan bom dan simbol perdamaian.

Pada akhirnya ketika rekontruksi Hiroshima di mulai, sisa-sia kerangka yang diawetkan dan itu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996.

5. Pagoda ia Horyu-Ji Temple

9, Bangunan,Ajaib, Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Pagoda ia Horyu-Ji Temple yang dibangun pada tahun 607 AD yang terdiri dari 5 lantai ini terletak di Sai-in, Jepang. Banguna dengan tinggi 32.45 meter (122 kaki) dengan lebar 20x20 meter ini adalah salah satu bangunan kayu tertua di dunia yang mampu bertahan dari 46 gempa bumi dasyat.

6. Patung Yesus Di Philipina

9, Bangunan, Ajaib,Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Patung Yesus ini tetap berdiri selamat dari amukan topan di Philipina tanpa kerusakan walaupun bangunan dan alam sekitarnya hancur terkena sapuan angin topan.

Meskipun bangunan sekitarnya terhapus dalam peta, Patung Yesus tetap berdiri tegak di atas kota pesisir Tanauan, Philipina. Pelestarian patung ini sebagai simbol harapan bagi mereka yang masih berjuang untuk bertahan hidup walaupun bencana angin topan itu telah menelan korban sekitar 5.000 jiwa.

7. Masjid Rahmatullah Di Aceh

9, Bangunan, Ajaib, Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Pada tanggal 26 Desember 2004 lalu, gempa bumi dasyat berkekuatan 9,1 SR mengguncang Samudra Hindia di lepas Pantai Sumatera Utara, Indonesia. Gempa ini menyebabkan Tsunami yang menyapu bersih daerah pesisir pantai di sekitar Samudera Hindia. Lebih dari 230.000 orang tewas dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Salah satu kota yang terkena dampaknya adalah Lhoknga, dipantai barat Sumatera dekat Ibukota Banda Aceh. Kota ini rata, tetapi keajaiban terjadi, Sebuah Masjid tetap berdiri kokoh di tengah-tengah kehancuran. Penduduk setempat percaya, inilah kuasa Allah SWT yang menyelamatkan Masjid Rahmatullah

8. Salib yang bertahan dari Bencana Kebakaran

9, Bangunan, Ajaib,Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Pada bulan November 2014, sebuah salib kayu berukir yang dibuat di Italia dan Patung Bunda Maria secara ajaib selamat dari bencana kebakaran yang menghancurkan sebagian besar Gereja Katolik Holy Cross di San Jose, California, USA.

9. Chicago Water Tower

9, Bangunan, Ajaib,Yang, Tetap, Bertahan, Setelah, Bencana, Besar

Dibangun pada tahun 1869 dengan menggunakan blok batu kapur yang besar, Chicago Water Tower (dan semua menara neo-gothic kecil) menyerupai sebuah kastil abad pertengahan kecil Eropa lebih dari menara air. Ini dirancang oleh arsitek William W. Boyington dan rumah pipa tegak empat puluh meter tinggi yang digunakan untuk menyamakan tekanan air dipompa dari stasiun pompa yang berdekatan.

The Water Tower dan stasiun pompa terdekat adalah hanya dua bangunan umum di pusat kota Chicago yang selamat Kebakaran  Besar "Chicago Fire" 1871, yang membakar seluruh kota rata dengan tanah.

Sejak itu, menara telah menjadi salah satu ikon kota yang dicintai karena melambangkan ketahanan Chicago. Bangunan ini pernah akan dilakukan pembongkaran beberapa kali - pada tahun 1906, 1918 dan 1948, tapi itu selalu dapat digagalkan berkat kemarahan publik. Menara ini akhirnya dikembalikan pada tahun 1962.
 


Itulah 9 Bangunan Ajaib Yang Tetap Bertahan Setelah Bencana Besar yang melandi di tempat dimana bangunan-bangubab ini berada. Semoaga ini menumbuhkan rasa percaya kita bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, harapan itu tetap ada kalau kita mau berusaha. 



Sumber: oddee.com    


    

  

10 TEKNIK PENYIKSAAN PALING MENAKUTKAN DARI ABAD PERTENGAHAN

10 Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan Dari Abad Pertengahan


Abad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Romawi Barat dibawah prakarsa Raja Charlemagne pada abad ke-5 hingga munculnya monarki-monarki nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme serta revormasi Protestan dengan dimulainya Renaisans pada tahun 1517 masehi.   

Pada abad pertengahan adalah masa yang sangat buruk dibandingkan dengan zaman sekarang ini. Banyak orang miskin menderita berbagai penyakit dan kebebasan mereka di jajah oleh para tuan tanah kaya. Jika ada yang melakukan kejahatan dan tidak mampu membayar denda, tangan, bibir atau lidah anda akan di potong.

Banyaknya teknik penyiksaan yang dilakukan pada abad pertengahan yang sangat dilarang oleh agama. Tetapi zaman pertengahan adalah zaman dengan Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan yang dapat menimbulkan sakit luar biasa atau meninggal. Ya teknik penyiksaan pada zaman pertengahan dibuat untuk menekan korban secara psikologis dengan kerusakan fisik yang sangat menyakitkan.

Dibawah ini ada 10 Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan Dari Abad Pertengahan yang dapat kita lihat.

1. Mpalement

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Vlad the Impaler (Dracula) dari abad ke-15 di Rumania, Anda akan menyaksikan penyiksaan korban dengan cara duduk didekat tiang yang tajam dan tebal. Tiang kemudian diangkat tegak dan akan menusuk korban berdasarkan kekuatan fisik si korban.

Seringkali tiang tersebut ditempatkan di ujung dada sehingga ujungnya tepat di bawah dagu sehingga semakain lama akan menusuk dagu korban yang biasanya korban hanya dapat bertahan dalam 3 hari.  Vlad melakukan ini terhadap sekitar 20.000 - 300.000 orang korban. Dikatakan dia menyaksikan penyiksaan ini sambil menikmati jamuan makan.

2. Yudas Cradle.

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Yudas Cradle adalah teknik penyiksaan yang dilakukan dengan cara korban di dudukan pada sebuah ujung piramida yang sangat tajam. Kemudian diturunkan secara perlahan-lahan dengan menggunakan seutas tali. Tujuannya adalah untuk merenggangkan lubang tersebut dengan jangka waktu tertentu sehingga perlahan-lahan akan menusuk dubur atau kemaluan korban.

Korban biasanya disiksa dalam keadaan telanjang sehingga menambah beban psikologis kadang juga ditambahkan beban di kaki korban untuk menambah rasa sakit korban dan mempercepat kematian korban. Penyiksaan ini bisa berlangsung dalam beberapa jam atau beberapa hari sampai korban meninggal.

3. Coffin

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Coffin adalah teknik penyiksaan yang paling di takuti pada abad pertengahan dan sering terlihat di film-film tentang penggambaran penyiksaan ini (lihat. Montly Phyton Holy Grail) . Korban akan ditempatkan di sebuah kandang besi berbentuk badan manusia.

Korban akan dimasukan kekandang besi tersebut yang kemudian digantung pada sebuah pohon besar atau di tiang gantungan dibawah teriknya sinar matahari yang memungkinkan burung atau binatang lainnya untuk memakan daging korban. Kadang-kadang penonton melempari batu untuk lebih menekankan rasa sakit bagi korban.  Kejahatan seperti ajaran sesat (bid'ah) atau menhujat yang akan dihukum dengan cara ini.

4. Rack

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Rack ini dirancang supaya urat nadi korban dapat terkilir. Alat ini biasanya terdiri dari  bingkai kayu dengan dua tali yang di ikatkan pada bagian bawah dan 2 tali lagi di ikatkan ke bagian atas. Sebagai penyiksa akan memutar pegangan tali, tali akan menarik lengan korban, Tali akan menarik lengan korban sampai patahnya tulang korban. Jika penyiksa terus memutarkan tali pegangan tersebut, maka beberapa bagian tubuh korban akan robek saat itu juga.

Pada abad pertengahan teknik baru penyiksaan Rack muncul. Korban akan di letakan di sebuah meja yang atasnya diletakkan paku yang akan menembus punggung korban. Sebagian anggota badan akan ditarik secara terpisah begitu juga dengan sumsum tulang belakang yang akan menimbulkan rasa skit luar biasa. 

5. Ripper Payudara

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Digunakan sebagai hukuman yang sangat mengerikan bagi wanita. Alat ini akan mencabik yang akan menimbulkan rasa sakit luar biasa, kehilangan banyak darah dan memutilasi payudara korban. Hukuman ini dijatuhkan kepada wanita yang dituduh telah melakukan aborsi atau penzinahan.

6. The Pear

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Alat brutal ini digunakan untuk menyiksa wanita yang telah melakukan aborsi, pembohong, penghujat dan homosexual. Alat ini berbentuk buah pir yang akan dimasukan kedalam salah satu lubang wanita. Vagina bagi wanita aborsi, Anus bagi homosexual dan mulut bagi wanita pembohong atau penghujat.

Alat ini terdiri dari empat helai daun yang perlahan-lahan terpisah satu sama lain sebagai penyiksa dengan sekrup terbalik dibagian atasnya. Sehingga alat ini akan merobek atau memperbesar lubang yang dimasukan alat ini 

7. The Catherine Wheel

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Alat ini dibuat untuk membunuh korban secara perlahan-lahan. Anggota badan korban akan di ikat di jari-jari roda kayu besar. Roda tersebut perlahan-lahan diputar dan penyiksa akan menghancurkan kaki korban dengan sebuah palu besi.

Setelah tulang-tulang tubuh korban patah, penyiksa akan meninggalkan korban sendirian yang secara perlahan-lahan akan mati. Kadang-kadang roda di tempatkan pada tiang yang lebih tinggi sehingga burung atau binatang lain untuk memakan daging korban. Ini bisa memakan waktu 2 samapi 3 hari untuk memastikan bahwa si korban sudah betul-betul mati.

Kadang-kadang sang algojo bermurah hati untuk langsung menyerang korban pada bagian dada dan perut. Pukulan yang lebih dikenal sebagai "kudeta de grace" atau pukulan belas kasihan dapat langsung mematikan korban.

8. Gergaji Penyiksaan

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Gergaji adalah bentuk penyiksaan umum yang mudah di temukan. Ini adalah cara mudah untuk menghukum korban yang dituduh sebagai penyihir, perzinahan, pembunuhan, penghujatan atau bahkan pencurian.

Korban akan di ikat secara terbalik sehingga darah akan dialihkan ke otak. Hal ini memastikan bahwa korban dipertahankan kesadarannya selama mungkin, memperlambat kehilangan darah dan menyebabkan penghinaan yang maksimal. Penyiksaan jenis ini bisa berlangsung dalam beberapa jam.

9. The Head Crusher

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Kepala Crusher adalah metode penyiksaan yang populer digunakan oleh Inkuisisi Spanyol. Dagu akan diletakan diatas batang bagian bawah dan kepala dibagian topi atas. Penyiksa perlahan=lahan memutar sekrup menekan batang untuk melawan topi. Kepala secara perlahan-lahan di kompresi yang akan menghancurkan bagian gigi dalam rahang, bola mata yang keluar sehingga korban akan cepat mengalami kematian.

10. The Knee Spliter

10, Teknik, Penyiksaan, Paling, Menakutkan, Dari, Abad, Pertengahan

Alat ini sangat disukai bagi Inkuisisi Spanyol karena sifatnya yang fleksibel. Alat pemisah lutut ini dengan tonjolan tajam yang dilengkapi kedua sisinya dengan pegangan yang dapat memutar sehingga dapat meremas atau mencakar lutut korban hingga mengalami patah tulang, menembus kulit dan tulang lutut. 

Meskipun penggunaannya jarang mengakibatkan kematian, tetapi akibat yang di timbulkannya lutu menjadi tidak berguna sama sekali. Alat ini juga bisa digunakan pada bagian tubuh lainnya seperti siku, lengan dan bahkan juga pada bagian bawah kaki.

Jumlah paku The Knee Spliter (pembagi lutut) juga bervariasi antar 3 sampai lebih dari 20 buah. Beberapa cakar dipanaskan terlebih dahulu untuk memaksimalkan rasa sakit.

Itulah 10 Teknik Penyiksaan Paling Menakutkan Dari Abad Pertengahan yang sangat sadis dan mematikan. Semoga itu semua tidak pernah ada lagi pada zaman sekarang. Karena penyiksaan atau hukuman bagi seseorang yang di anggap salah adalah untuk memberi pelajaran jera agar tidak mengulangi perbuatan buruknya lagi bukannya menghakimi dengan cara seperti tersebut diatas. Semoga artikel ini menambah wawasan kita semua.


Sumber: oddee.com         

          

KOTA KUNO SHUSH IRAN MASUK SITUS WARISAN DUNIA 2015

Kota Kuno Shush Iran Masuk Situs Warisan Dunia 2015

Kota, Kuno, Shush, Iran, Masuk, Situs, Warisan, Dunia, 2015

Baru-baru ini sebuah delegasi dari UNESCO mengunjungi kota kuno Shush, yang terletak di selatan propinsi Khuzestan, Iran. 

Shush yang dalam bahasa Persia Kuno di sebut Susa adalah salah satu pemukiman tertua di dunia. Kota seluas 161 Ha ini adalah ibukota Kerajaan Elamites dan selanjutnya menjadi ibukota musim dingin Achaemenians selama 2.800 tahun.

Sekitar 150 tahun yang lalu, Misi arkeologi pertama dari Perancis melakukan penggalian di kota ini, mengambil artefak dan benda-benda kuno dari periode budaya Elamites.

Menurut sejarahnya pada tahun 330 SM, Alexander the Great dari Makedonia menaklukan Shush atau Susa dan menjarah 40 ribu talen emas dan perak milik kerajaan.

Sejauh ini sudah banyak warisan sejarah Iran yang menjadi Warisan Budaya Dunia seperti ansamble monastik Armenia-Iran, Bam dan Lanskap Budaya, Bisotoum, Naqsh-e Jahan Square, Pasargadae, Persepolis, Sheikh safi al-din kuil,  sistem hidrolik Shoushtar, Soltaniyeh, Takht-e Soleiman, Tchogha Zanbil, Taman Persia, dan Kompleks Bazar Tabriz.

Para delegasi dari UNESCO terdiri dari Esther Laroche, Direktur dan wakil cluster UNESCO di Teheran, Iran dan evaluator Dewan Internasional mengenai Monumen dan Situs Gen Tang.

Kota Kuno Shush pernah di nominasikan menjadi Situs Warisan Dunia pada tahun 2012 namun gagal.

Dengan di jadikannya Kota Kuno Shush menjadi Situs Warisan Dunia tahun 2015, Kuno Kuno Shush akan semakin dikenal oleh dunia dan menjadikan atraksi wisata bagi pemerintah  Iran kepada turis mancanegara.

Sebuah Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat Budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi berikutnya.

Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. Tempat-tempat yang didaftarkan dapat memperoleh dana dari Dana Warisan Dunia di bawah syarat-syarat tertentu. Program ini diciptakan melalui Pertemuani Mengenai Pemeliharaan Warisan Kebudayaan dan Alamiah Dunia yang diikuti di oleh Konferensi Umum UNESCO pada 16 November 1972.
  

Sumber: inilahcom        

 

DASYATNYA LETUSAN GUNUNG TAMBORA DI INDONESIA

Dasyatnya Letusan Gunung Tambora Di Indonesia


Dasyatnya, Letusan, Gunung, Tambora, Di, Indonesia

- Gunung Tambora adalah stratovolcano aktif yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,  Indomesia. Gunung dengan tinggi 2.851 meter ini pernah meletus dengan maha dasyat pada tahun 1815 masehi dan menjadikan letusan terbesar dalam sejarah dunia setelah letusan Gunung Taupo pada tahun 181 masehi.

Aktivitas vulkanik  Gunung Tambora mencapai punyaknya pada bulan April 1815 ketika meletus pada skala 7 pada Volcanic Exsplosivity Index
 
Sebelum letusan terjadi Gunung Tambora adalah Gunung tertinggi di Indonesia dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. (Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut). Namun letusan yang luar biasa dasyatnya hampir melenyapkan setengah bobot tubuhnya.

Akibat letusannya tersebut, sekarang terbentuk kaldera abadi dengan luas 7 Km serta jarak antara puncak dengan dasar kawahnya mencapai 800 meter. Total korban jiwa akibat letusan gunung Tambora adalah sekitar 71.000 jiwa.

Letusan Gunung Tambora juga mengakibatkan perubahan iklim di dunia seperti:

1. Semua mahluk hidup yang berada di sekitar pulau mati. Pohon tumbang yang bercampur dengan  abu batu apung masuk ke dalam laut dan membentuk rakit dengan jarak lintas melebihi 5 Km. Rakit batu apung lainnya di temukan di Samudra Hindia di dekat Kolkota pada tanggal 1 dan 3 Oktober 1815.

2. Tsunami besar menyerang di beberapa pantai di Indonesia seperti Pantai Besuki, Jawa Timur dan Maluku  dengan ketinggian mencapai 4 meter.   

3. Lelehan lava panas dengan batu berterbangan ke langit bersama gas mematikan menewaskan sekitar 17.000 jiwa. Berikutnya 400 juta ton gas sulfur menguasai langit setinggi 27 mil ke strastofer, debu tebalnya bahkan telah menyelimuti Pulau Bali dan mematikan vegetasinya.

4. Letusan Gunung Tambora terdengar hingga ke Pulau Sumatera, Sulawesi dan ternate sejauh 2.600 Km

3. Debu vulkaniknya berterbangan ke langit sepanjang daerah dengan radius 600 Km dan di sekitar gunung mengalami gelap gulita selama 2 hari.

4. Abu dan Debunya juga menyebar mengelilingi bumi dan merusak lapisan ozon dan menetap di lapisan trofoster selama beberapa tahun kemudian turun melalui hujan dan ke bumi sehingga menimbulkan hujan tanpa henti selama 1 minggu memicu efidemis tifus yang menewaskan 60.000 jiwa di Inggris.

5. Setahun berikutnya (1816) disebut juga tahun tanpa musim panas karena perubahan cuaca dratis dari Amerika Utara dan Eropa akibat debu yang di hasilkan dari letusan Gunung Tambora. Matahari tenggelam yang berwarna dan senja terlihat di London antara tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815 dan 3 September - 7 Oktober 1815. Pancaran langit senja muncul berwarna orang atau merah di dekat ufuk langit. 

6. Terjadi gagal panen di China, Eropa dan Irlandia dan kematian ternak di belahan bumi utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Untuk saat ini sejak tahun 2004 di sekitar letusan gunung telah diadakan penelitian lebih lanjut oleh para ahli arkeologi. Sampai saat ini tim arkeologi telah berhasil menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan pirokklastik. Artefak-artefak tersebut di temukan pada posisi sama ketika sebelum terjadi letusan karena ciri-ciri yang serupa inilah temuan tersebut sering di sebut pompeii dari timur.   

Sumber: wikipedia

MISTERI DANA REVOLUSI BUNG KARNO

Misteri Dana Revolusi Bung Karno


Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Pada tahun 1906 terjadi ikrar dari raja-raja di nusantara yang diprakasai oleh Dr. Ernest Francois Douwes Dekker (Douwea Dekker) pendiri Budi Utomo, Pangeran Ario Noto Dirodjo dari keraton Pakualaman, Raden Mas Soewardi Soeryodiningrat dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Dalam ikrar tersebut di tumbuhkan rasa nasionalisme "Tanah air (Indonesia) di atas segala-galanya". Pada saat itu sebagian raja-raja di Nusantara menyumbangkan sebagian asset mereka untuk membantu perjuangan (Dana Revolusi). Sebagian besar dana tersebut di gunakan untuk biaya perjuangan dan sebagian lagi di simpan di luar negeri.

Dana yang kemudian dikenal dengan Dana Revolusi atau Dana Amanah ini mulai dihimpun kembali setelah Kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan denga Perpu no. 19 tahun 1960 yang isinya antara lain "Mewajibkan semua perusahaan negara menyetorkan lima persen dari keuntungannya pada pemerintah untuk Dana Revolusi". termasuk beberapa perusahaan besar Belanda yang baru di nasionalisasikan seperti perkebunan-perkebunan besar yang diperkirakan berjumlah ratusan juta dollar tersimpan di luar negeri.

Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Salah satu sumber Dana Revolusi yang tersimpan adalah adanya "Perjanjian the Green Hilton Memorial Agreement Geneva" dibuat dan di tanda tangani pada 21 November 1963 di Hotel Hilton Geneva, Swiss oleh Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy dan Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker.

Perjanjian ini dilaksanakan menyusul MoU antara Amerika Serikat dan Indonesia tiga tahun sebelumnya. Point penting dalam perjanjian itu adalah Pemerintah AS (sebagai Pihak Pertama) mengakui 50% keberadaan emas murni batangan milik Indonesia yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan Pemerintah Indonesia (selaku Pihak Kedua) menerima batangan emas tersebut dalam bentuk sewa penggunaan kolateral dollar yang diperuntukan buat pembangunan keuangan Amerika Serikat.

Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian tersebut adalah tercantum klausal yang memuat perincian atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah Amerika Serikat harus membayar Fee 2,5% setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 . Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausal pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam perjanjian itu sebesar 2,5% setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.

Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Biaya pembayaran sewa kolateral 2,5% ini dibayarkan pada sebuah account khusus yang diberi nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencariannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas persetujuan Sri Paus Vatikan. Sedangkan pelaksanaanoperasionalnya dilaksanakan oleh Pemerintah Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS) kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak di tanda tanganinya perjanjian tersebut yakni pada 21 November 1965.

Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.” Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambang Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.

Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.





Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Bagi Politikus AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.


Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.

Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.




Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul Saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.

Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!

Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bung Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.

Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.




Misteri, Dana, Revolusi, Bung, Karno

Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!

Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak. Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.


Pada masa pemerintahan Presiden Suharto hingga Presiden Megawati telah diadakan suatu operasi untuk untuk mengembalikan dana tersebut ke Indonesia. Bahkan para bankir hitam kelas dunia, CIA dan Mossaid (agen rahasia Israel) berusaha keras untuk mendapatkan user account dan Pin The HEF termasuk siapa yang diberi mandat oleh Presiden Ir. Sukarno terhadap account khusus itu.

Namun usaha dari berbagai pihak untuk mendapatkan account tersebut belum membuahkan hasil. Ir Sukarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapapun. Artinya pemilik harta Indonesia itu tunggal, yakni atas nama Presiden Soekarno, sampai saat ini !!!

Sumber: Virus Informasi     





   

       

KOROWAI, SUKU PRIMITIF DI POJOK INDONESIA

Korowai, Suku Primitif Di Pojok Indonesia


Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Tanah Papua memang menyimpan sejuta pesona yang sangat menakjubkan. Selain hutan rimbanya yang masih misterius, budaya yang masih tersebunyi di kedalaman hutan belantara juga sangat menawan. Selain flora dan fauna yang masih lestari di tambah panorama alam yang sedap untuk di pandang, Bumi Cendrawasih juga banyak menyimpan keunikan yang tidak banyak di ketahui orang.

Selain keindahan dan kekayaan alamnya, Tanah Papua juga memiliki suku-suku yang sangat menarik. Salah satunya adalah Suku Korowoi, Suku Primitif Di Pojok Indonesia.    


Suku Korowai adalah suku primitif di pojok Indonesia. Keberadaan mereka masih sangat terisolasi dari peradaban modern Mereka banyak memiliki kebiasaan aneh dan beberapa dari mereka masih ada yang kanibal. Mereka  di temukan sekitar tahun 1970 di pedalaman Pulau Papua, Indonesia. Dengan populasi penduduknya sekitar 4000 orang, suku ini hidup di rumah yang di bangun di atas pohon yang di sebut Rumah Tinggi. Beberapa dari rumah mereka bahkan ada yang mencapai ketinggian 50 meter dari permukaan tanah. Rumah pohon ini di lengkapi dengan sebatang pohon portable yang membantu mereka untuk naik ke atas rumah. Setiap rumah pohon di desain dengan interior rectangular yang membagi rumah tersebut menjadi dua atau tiga ruangan di dalam rumah. Rumah pohon ini sekitnya dapat di tinggali oleh dua orang dewasa. Rumah pohon ini juga di lengkapi oleh sebuah tempat untuk meletakan api. 

Ada tiga alasan kenapa Suku Korowoi tinggal di rumah pohon. Pertama akan lebih aman bila ada serangan dari musuh. Kedua akan lebih mudah untuk mengawasi hewan buruan mereka seperti babi hutan yang selalu berkeliaran dibawah rumah mereka sehingga akan lebih mudah membidik buruan dari atas pohon dengan menggunakan panah. Ketiga, merupakan warisan turun temurun sehingga mereka nyaman tinggal di sana. Suku ini tidak menggunakan koteka seperti yang di gunakan oleh sebagian besar suku-suku di papua.

Suku Korowoi tinggal di pedalaman Kouh, Meraouke, Papua, Mereka hidup di sepanjang aliran sungai Eilanden dan Becking. Bagian hulu sungai Becking, dibagian rawa dan dibagian hutan hujan yang terdapat di area pegunungan sekitar perbatasan Papua Nugini. Suku Korowoi tidak mengetahui keberadaan dunia luar selain kelompoknya sendiri hingga tahun 1970 saat mereka di temukan.   

Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Awyu-Dumut (Papua Tenggara) dan merupakan bagian dari filum Trans-Nugini. Mereka hidup dalam klan-klan yang di pimpin oleh seorang kepala suku (Nati). 

Yang menarik kita tela’ah adalah persepsi orang-orang seperti kita, yang sudah merasa berperadaban lebih tinggi dari mereka dan yang memadang mereka bahkan terbelakang. Coba kita simak ini, Tidak ada rumah sakit disana, karena mereka memang manusia-manusia yang super kuat, alias telah menyatu dengan alam. Jadi tidak ada alasan kalau alam menyebabkan penyakit kepada mereka. Malah sebaliknya, Alam adalah sumber kehidupan dan kesehatan yang langsung mereka rasakan. Karena kesadaran akan fungsi-fungsi alam sangat mereka jaga, supaya bisa survive. Mereka tidak perlu lumbung untuk menyimpan makanan, karena alam mereka telah menyiapkannya dengan sangat sempurna dalam suatu proses evolusi eko system. Karena itu, mereka menjaga secara sadar akan kelestarian sumber daya alam tersebut dengan membuat norma-norma pengelolaan sumber daya alam yang efektif, termasuk regenarasi sumber-sumber makanan mereka seperti menanam pohon sagu.. Tidak boleh menebang jenis pohon tertentu. Tidak boleh menangkap ikan di sungai-sungai dengan zat beracun, kecuali dengan busur atau dengan alat pancing biasa. Sangat melarang menangkap burung Cendrawasih, termasuk berburu babi dengan jenis kelamin tertentu dan umur-umur tertentu dst.Tidak ada radio, televisi atau media film hiburan lainnya. Mereka hanya menikmati tiupan angin yang menghempas daun-daun pepohonan. Kiciuan symphotni suara-ruara burung bernyanyi-nyanyi, melantukan lagu alam khas korowai, dinikmatinya sebagai bagian dari properrti kehidupan sehari-hari. Adat yg tumbuh antar suku, menjadi konvensi masing-masing, yaitu tidak boleh merusak wilayah adat dan geografis otoritasnya mereka. Pelanggaran adat bisa saja berkorban jiwa manusia atau tebusan dengan babi-babi, Kebanggaan akan banyaknya jumlah anggota suku menjadi proudness tersendiri, sehinggga banyak istri dan anak menjadi value tersendiri dalam sistem sosial korowai. Yang menarik memilih istri-istri baru, bukan karena kencatikannya, tetapi karena keterampilan mencari bahan makanan atau keahlian hidup lainya yang menyebabkan seorang lelaki menjatuhkan pilihan kepada seorang wanita untuk di kawininya.

Perkiraan sementara disana terdapat sekitar 50 klan yang terdaftar berdasarkan nama, Survei yang di lakukan pada tahun 1986 - 1990 dengan menggunakan helikopter berhasil mengetimasi jumlah sementara penduduk asli yang berbicara dalam bahasa Korowoi sekitar 4.000 orang . Lebih dari 70% masih tinggal di daerah asal mereka. Sedangkan 30% lainnya
sejak tahun 1980 sebagian telah pindah ke desa-desa yang baru di buka dari Yanimura di tepi sungai Becking (area komboi-korowoi), Mu dan Kasman (daerah korowoi-citak). Pada tahun 1987 dibuka desa di Manggel, di Yafufla (1988), Mabul di tepi sungai Eilanden (1989) dan Khaiflambolup (1998). Tingkat absensi desa masih tinggi, karena relatif panjang jarak antara pemukiman dengan sumber daya makanan (sagu).

Pada tahun 1995 seorang Photografer terkenal asal Amerika Serikat , George Steinmetz pernah mendatangi kampung Suku Korowoi untuk mendokumentasikannya. Beberapa karyanya di masukkan dalam majalah The New Yorker dan majalah National Geographic. Inilah beberapa dari hasil photo jepretannya.

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia

Korowai, Suku, Primitif, Di, Pojok, Indonesia


Video Mengenal Lebih Dekat Dengan Suku Korowai


Dari berbagai sumber 

 

7 KEAJAIBAN DUNIA PERADABAN KUNO

7 Keajaiban Dunia  Peradaban Kuno


Berikut ini kami informasikan tentang 7 Keajaiban Dunia Peradaban Kuno yang pernah ada di bumi. Dari sekian banyak peninggalan dari peradaban kuno ini, masih ada yang tersisa dan ada beberapa lainnya hilang dikarenakan bencana alam. 

1. Taman Gantung Babilonia

7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
Lukisan Taman Gantung Babilonia pada abad 16. Oleh seniman Jerman bernama Martin Heemskerck


Taman Gantung Babilonia (dikenal pula sebagai Taman Tergantung Semiramis) dan tembok-tembok Babylon adalah salah satu di antara Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang terletak di Al-Hillah, 50 kilometer selatan Baghdad, Irak di sebelah tebing timur Sungai Euphrates.

Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II, cucu Raja Hammurabi yang terkenal, sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya yang merindukan rumahnya, Amyitis. Amytis merindukan pohon-pohon dan tanaman wanginya di Persia, sedangkan dalam tulisan lain dikatakan bahwa istri Nebukadnezar II bernama Amuhia dan ia berasal dari Nusantara. Taman ini diperkirakan hancur sekitar 2 abad sebelum masehi. Kemudian Taman gantung ini di dokumentasikan oleh sejarawan Yunani seperti Strabo dan Diodorus Circulus.

2. Colossus Rodos

7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
 Gambaran Colossus Rodos.

Colossus adalah patung Helios, yang terletak di pulau Rodos, Yunani, dibuat oleh Chares dari Lindos antara 292 dan 280 SM. Patung ini dianggap sebagai 7 keajaiban dunia kuno. Sebelum kehancurannya, patung ini berdiri lebih dari 30 meter, membuatnya sebagai patung tertinggi dalam dunia kuno. Colossus di Rodos memiliki tinggi yang hampir sama dengan Patung Liberty.

3. Mercusuar Iskandariah

7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
Mercusuar Iskandariah

Mercusuar Iskandariah atau Pharos Alexandria adalah sebuah mercusuar yang dibangun pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berdekatan dengan kota Iskandariyah kuno, Mesir Kuno. Ketinggiannya diperkirakan melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.

Bangunan mercusuar dirancang oleh Sostratus dari Snidus atas petunjuk Satrap (Gubernur) Ptolemeus I, seorang panglima Alexander Agung. Selepas Alexander meninggal dunia, Ptolemeus memproklamasikan diri sebagai raja baru dan mengarahkan pembangunan mercusuar. Bangunan ini disiapkan semasa pemerintahan anaknya, Ptolemeus II Philadelphus.

4. Mausoleum Maussollos

7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
Mausoleum Maussolos

Mausoleum Maussollos atau Mausoleum Halikarnassosadalah makam yang dibangun antara 353 dan 350 SM di Halicarnassus (Bodrum, Turki kini) untuk Mausolus, satrap kekaisaran Persia dan Artemisia II dari Caria, istrinya.
Struktur ini didesain oleh arsitek Yunani, Satyrus dan Pythius. Mausoleum ini memiliki tinggi sekitar 45 meter.

5. Piramida Agung Giza

7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
Piramida Agung Giza

Piramida Agung Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (Χεωψ, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.. Piramida ini kadang-kadang disebut sebagai Piramida Khufu.

6. Patung Zeus Di Olympia

7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
Patung Zeus di Olympia

Patung Zeus di Olympia adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Patung ini dibuat oleh skulptor terkenal, Phidias (abad ke-5 SM) kira-kira tahun 432 SM di Olympia, Yunani. Patung yang terduduk, yang memiliki tinggi sekitar 12 meter, mengisi seluruh Kuil Zeus yang dibangun sebagai rumah patung ini. Penyebab kehancuran patung ini hingga kini masih diperdebatkan.

7. Kuil Artemis

 7, Keajaiban, Dunia,  Peradaban, Kuno
Kuil Artemis

Kuil Artemis  adalah kuil Yunani yang didirikan untuk Artemis, sekitar 550 SM di Efesus dibawah dinasti Achaemenid dari kekaisaran Persia. Kuil ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno. Kini, kuil ini telah hancur. 

Itulah Ketujuh Keajaiban Dunia Peradaban Kuno, Semoga dapat menambah wawasan anda. 




 



MENCARI JEJAK KOTA ATLANTIS YANG HILANG

Mencari Jejak Kota Atlantis Yang Hilang


Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang filsafat Yunani Kuno bernama Plato (427-347 SM) dalam buku Cristias dan Temaeus.

Mencari, Jejak, Kota, Atlantis, Yang, Hilang

Dalam buku Temaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan Selat Mainstay, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya. Di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang di kelilingi laut samudra dan itulah Kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan merencanakan perang besar dengan Athena. Namun di luar dugaan, Atlantis mengalami Gempa Bumi dan banjir. tidak sampai sehari semalam tenggelam didasar laut. Negara besar yang melampui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.

Dibagian lain dalam Buku Critias adalah adik sepupu dari critias mengisahkan tentang Atlantis. Cristias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, Tiga kali Ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berawal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias. Sedangkan Joepe mendengarnya dari seorang penyair Yunani yang bernama Solon (639-559 SM). Solon adalah yang paling bijak diantara 7 maha bijak Yunani Kuno. Suatu kali disaat Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.

Mencari, Jejak, Kota, Atlantis, Yang, Hilang

Garis besar dalam buku tersebut adalah ada sebuah daratan raksasa di Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan banyak emas dan perak yang tak terhitung. Istananya di kelilingi oleh tembok emas dan di pagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Disana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaanya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai ke daratan Afrika. Setelah di landa gempa dasyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya juga hilang dalam ingatan orang-orang.

Jika dibaca dari sepenggal kisah di atas bahwa kita berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan kehidupannya yang makmur.

Maka timbul suatu pertanyaan, Apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada zamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti-bukti kuat dan otentik bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupannya di bumi ini?

Terdapat beberapa catatan tentang usaha Para Ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.

Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya Atlantis kurang lebih 11.15o tahun silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, Keadaan kerajaan Atlantis diceritakan secara turun temurun sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan sampai pergi ke Mesir untuk minta petunjuk Biksu dan Rahib terkenal setempat saat itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika sedang membicarakan Kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.

Jika semua yang diceritakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun dimanakah Kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang banyak yang menaruh minat yang sangat besar tehadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an laut Bermuda yang terletak dibagian barat Samudra Atlantik, di kepulauan Bahama dan laut disekitar Kepulauan  Florida pernah berturut-turut di ketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?



Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?


Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?

Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?

Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia.

Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. 

Sedangkan menurut Plato, Atlantis itu adalah benua yang hilang akibat letusan gunung  berapi yang secara bersamaan meletus, Pada saat itu sebagian bumi masih di selimuti oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar teletak di wilayah Indonesia (dulu) itu. Maka tenggelamlah sebagian benua dan di liput oleh air yang berasal dari lapisan es yang mencair. Di antaranya letusan Gunung Meru di India Selatan dan Gunung Semeru atau Mahameru di Jawa Timur, Indonesia. Kemudian letusan Gunung Toba di Sumatra yang sekarang menjadikannya Danau Toba denagn Pulau Samosir, yang merupakan pucak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dasyat di kemudian hari adalah Gunung Krakatu (Krakatoa) yang memecah bagian Jawa dan Sumatera dan lain-lainya sehingga membentuk selat Dataran Sunda.

Mencari, Jejak, Kota, Atlantis, Yang, Hilang
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa bagian masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat, Yakni pertama bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan dipastikan oleh Santos bahwa wilayah tersebut adalah Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai Gunung berapi di Indonesia, Diantaranya adalah Gunung Kerici, Gunung Talang, Gunung Krakatu, Gunung Malabar, Gunung Galunggung, Gunung Pangranggo, Gunung merapi, Gunung Merbabu, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Agung, Gunung Rinjani. Sebagian dari gunung tersebut telah atau sedang aktif kembali. Wallahu alam